CINTA

Cinta yang bisa bertahan lama adalah cinta yang tumbuh dengan rasa nyaman.

KEBAHAGIAAN

Terkadang kepedihan harus dilalui sebelum tercapainya kebahagiaan, tersenyumlah ketika bersedih karena akan ada kebahagiaan setelah itu.

KEGAGALAN

Manusia tidak dirancang untuk gagal, tapi manusialah yang gagal untuk merancang.

KESUKSESAN

Kesuksesan itu penuh tantangan walau gagal sekali atau dua kali itu biasa, tetaplah konsisten untuk mencapai impian.

KEBERHASILAN

Kegagalan adalah kunci keberhasilan karena itu jangan pantang menyerah dalam menghadapi hidup ini.

Translate

Tutorial

Senin, 05 Januari 2015

Pendapat Para Ahli Penerbangan Internasional Terhadap MAS MH370 dan AirAsia QZ 8501

The Telegraph mengungkap bahwa hilangnya pesawat AirAsia pada penerbangan dari Indonesia ke Singapura,  memicu perbandingan dengan kasus hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 yang sampai saat ini tidak ditemukan. Karena hal tersebut banyak para ahli penerbangan internasional berpendapat, diantaranya sebagai berikut:


Marc Dugain (Mantan direktur maskapai prancis)

Mantan Direktur Maskapai Prancis, Marc Dugain, berpendapat bahwa tragedi MH370 adanya konspirasi, yang diduga dibajak atau ditembak jatuh oleh AS yang mengakibatkan MH370 hilang tanpa jejak bersama 239 penumpang dan kru pesawat. 

Dikutip laman Huffingtonpost, Marc Dugain menduga pesawat Boeing dengan nomor penerbangan MH370 dibajak, dan terbang mengarah ke Pulau Diego Garcia di Samudra Hindia, yang merupakan instalasi militer rahasia AS. Berdasarkan paten yang didaftarkan oleh Boeing, disebutkan bahwa semua pesawat mereka dilengkapi dengan perangkat pengendali jarak jauh, yang dimaksudkan untuk mencegah pesawat dibajak dan digunakan untuk serangan terorisme. 

Seperti pesawat AirAsia, MH370 juga didahului dengan terputusnya kontak antara pesawat dan pusat kendali lalu lintas udara (ATC), serta tidak ada sinyal darurat yang dikirimkan sebagai tanda adanya masalah, hingga pesawat hilang dari radar.


Peter Stuart Smith (Pakar Penerbangan)

Peter Stuart Smith, yang dikutip dalam laporan Mirror, berpendapat bahwa kejadian hilangnya pesawat Air Asia QZ8501 pada saat itu tiba-tiba tidak melakukan kontak dengan ATC. “Bila berasumsi bahwa pesawat menghadapi cuaca yang sangat buruk di udara. 

Maka prioritas utama pilot adalah menerbangkan pesawat, tapi mengirim sebuah pesan pada ATC tentang apa yang terjadi, dalam beberapa detik untuk mengirimkan sinyal pada kotak SSR, yang akan memperingatkan ATC bahwa ada masalah.



Neil Hansford (Pakar Penerbangan)

Pakar penerbangan lainnya asal Australia, Neil Hansford, menyebut tidak ada komplikasi serumit MH370, dalam kasus hilangnya QZ8501, di mana otoritas Indonesia mengatakan yakin mendapat sinyal terakhir lokasi hilangnya pesawat. 

 “Belum ada komplikasi MH370 (untuk QZ8501). Mereka tahu yang ini, dan jika mereka tidak dapat menemukannya, maka kita memiliki persoalan.




Paul Goels (Jurnalis Penerbangan CNN)

Paul Goelz, menilai ada perbedaan antara MH370 dan QZ8501. Di mana pada kasus MH370, transponder untuk mengidentifikasi keberadaan pesawat tampak sengaja dimatikan. Sementara itu, pada kasus AirAsia hal itu tidak terjadi. Samudra Hindia di mana MH370 diyakini tenggelam, merupakan wilayah perairan dalam dan terkesan misterius. 

Dasar laut di wilayah itu tidak pernah dipetakan di beberapa tempat, sehingga sulit untuk melakukan pencarian. Sementara itu, Laut Jawa tempat pesawat AirAsia diduga hilang, adalah lautan yang lebih dangkal dengan kedalaman diperkirakan hanya sekitar 150 kaki, dibandingkan dengan Samudra Hindia yang memiliki kedalaman antara 10.000-20.000 kaki. Lebih lanjut, Goelz menyebut keberadaan pesawat sudah dapat diprediksi. Berbeda dengan kasus hilangnya MH370, yang disertai tidak jelasnya informasi. 

Di mana para pejabat berwenang menyampaikan pernyataan yang saling bertolak belakang. Sementara itu, dalam kasus AirAsia, pemerintah Indonesia dan maskapai terlihat menggunakan pendekatan yang lebih sesuai. CEO AirAsia Tony Fernandes bahkan turun langsung, dan aktif melakukan berkomunikasi dengan publik melalui media sosial


Steven B. Wallace (Mantan Derektur Administrasi Penerbangan Federal)

Steven B. Wallace berpendapat untuk Penyelidikan Kecelakaan (Director of Accident Investigation, Federal Aviation Administration) mengatakan bahwa, “Kondisi itu diyakini lebih mudah menemukan pencarian puing-puing di Laut Jawa.

Kita tidak akan melihat upaya proses pencarian seperti yang terjadi dalam kasus Malaysia Airlines MH370, "ujar Steven Wallace"





Will Ripley (Analis Penerbangan)

Bahwa cara Fernandes sebagai pimpinan AirAsia Indonesia telah berusaha mengatasi krisis sangat meyakinkan. “Otoritas dan maskapai telah berusaha untuk berkoordinasi dengan baik diantara mereka semua. 

Dan mereka juga telah berusaha untuk menempatkan keluarga penumpang atau keluarga korban dari pesawat AirAsia dengan nomer penerbangan QZ8501 yang masih dalam pencarian sebagai prioritas utama dalam situasi yang buruk ini.